Pertemuan dengan Para Pejabat dan Masyarakat Iran (2010/03/05 - 07:13)
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma
Sayyid Ali Khamenei di Hari Kelahiran Nabi “Cahaya, Keadilan dan Rahmat”,
pamungkas para nabi dan Hari Kelahiran Shadiq Alu Muhammad, Imam Jakfar Shadiq
as dalam pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan masyarakat dari pelbagai
kalangan menyebut upaya memproduksi ulang hakikat Islam dan ajaran Nabi
Muhammad saw adalah kebutuhan pasti dan mendasar umat Islam. Persatuan
antarpengikut mazhab-mazhab Islam menjadi faktor bagi solusi masalah, kemajuan
dan ketinggian dunia Islam.
Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh pemimpin tiga
lembaga tinggi negara, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara, para tamu dan
ulama peserta Konferensi Persatuan Islam serta duta-duta besar negara Islam,
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengucapkan selamat atas kelahiran bersejarah dan
penuh berkah “inti keutamaan ilahi dan pilihan kebaikan alam Muhammad bin
Abdillah saw” dan kelahiran “pewaris Nabi dan penyebar Islam murni, Imam Jakfar
Shadiq as. Ditambahkannya, “Kemuliaan manusia dan keutamaan akhlak manusia
berutang pada kelahiran suci dan penuh cahaya Nabi Muhammad saw dalam “kegelapan
bertumpuk dari kebodohan, kerusakan dan kelalaian.”
Rahbar menilai umat Islam benar-benar membutuhkan pemikiran
dan pelajaran dari hidayah penuh cahaya Nabi Muhammad saw, pamungkas para nabi.
Seraya menyinggung populasi luar biasa, keistimewaan letak geografi,
sumber-sumber kehidupan dan potensi sumber daya manusia yang melimpah dunia
Islam, beliau menyampaikan sebuah pertanyaan, bagaimana umat Islam dengan
pelbagai keistimewaan yang dimilikinya tampak bingung. Dari satu sisi, umat
Islam menghadapi pelbagai masalah seperti kemiskinan, diskriminasi, kebodohan
dan kelemahan budaya dan dari sisi yang lain mereka tidak mampu mempertahankan
hak-haknya di hadapan para arogan dunia.
Pemimpin Besar Revolusi Islam mencontohkan masalah Palestina
sebagai bukti ketidakmampuan dunia Islam dalam membela hak-hak umat Islam.
Dikatakannya, “Penjarahan negara bersejarah dan suci Palestina dan kezaliman
tanpa henti dan berkelanjutan dari rezim Zionis Israel terhadap bangsa
tertindas Palestina merupakan luka besaar yang sangat mengganggu tubuh umat
Islam. Namun dunia Islam secara keseluruhan malah mereaksinya seakan-akan
masalah Palestina tidak ada hubungan dengannya.”
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut pemerintah haram dan
Zionis Israel sebagai tumor berbahaya dan ditambahkannya, “Kembali kepada Islam
dan menjadikan ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw sebagai inti pergerakan umat
Islam merupakan satu-satunya cara untuk melawan tumor mematikan dan para
pendukungnya.
Saat menjelaskan sebab-sebab ketidakmampuan dunia Islam
membela hak-hak umat Islam, Rahbar tidak lupa menyebut upaya tanpa henti
Amerika, Inggris, dan musuh-musuh umat Islam lainnya untuk menciptakan
perselisihan dan friksi dalam tubuh umat Islam. Ditegaskannya, “Para arogan dan
kekuatan hegemoni tahu betul bahwa peselisihan dan dualisme dapat menyimpangkan
umat Islam dari masalah paling penting bernama Palestina. Oleh karenanya,
mereka berusaha mengobarkan api “perselihan etnis, mazhab dan geografi” dalam
hati Syiah dan Ahli Sunnah dan pengikut mazhab-mazhab lain dengan segala
fasilitas yang dapat dimanfaatkan.
Rahbar menilai persatuan dan solidaritas sebagai kebutuhan
paling penting umat Islam. Seraya menyeru negara-negara, cendikiawan, ulama dan
aktivis politik dan sosial negara-negara Islam untuk melaksanakan kewajibannya
dalam merealisasikan persatuan. Ditambahkannya, “Bila kesadaran Islam telah
meluas dan mendalam, hati umat Islam semakin dekat satu dengan lainnya, semakin
terbuka jalan berinteraksi, kerjasama dan kemajuan kolektif, niscaya banyak
dari masalah yang dihadapai dunia Islam, termasuk masalah Palestina dapat
diselesaikan.”
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut kewajiban “membela
tanah air Islam yang diagresi” merupakan hal yang disepakati semua mazhab Islam
dan menambahkan, “Sekalipun sepakat dalam hal ini, patut disesalkan dunia Islam
berada di bawah pengaruh teriakan dan konspirasi Amerika dan Inggris guna
menciptakan perselisihan antara Syiah, Ahli Sunnah dan mazab-mazhab Islam
lainnya.
Rahbar menekankan bahwa persatuan umat Islam dan membela
masalah Palesstina merupakan tujuan dan prioritas Republik Islam Iran. Beliau
juga mengingatkan kembali ucapan dan penekanan Imam Khomeini ra soal persatuan
umat Islam dan masalah Palestina seraya menambahkan, “Republik Islam Iran,
seluruh pejabat dan bangsa besar Iran memandang masalah ini sebagai prinsip dan
kewajiban syariat dan ucapan mereka senantiasa satu terkait masalah ini.”
Rahbar menilai kesadara umat Islam yang semakin bertambah
dan teriakan bangsa-bangsa dunia dalam membela Palestina merupakan refleksi
yang sangat tepat dengan suara kebenaran Republik Islam dalam opini publik
dunia Islam. Ditambahkannya, “Negara-negara Islam dengan mengikuti Rasulullah
saw harus merealisasikan persatuan umat Islam dan pembelaan atas hak-hak
mereka, khususnya dalam menghadapi “tumor Zionis Israel dan para pendukungnya”
agar kemajuan dan kebahatiaan dunia dan akhirat umat Islam dapat terwujud
dengan bantuan ilahi.”
Di awal acara peringatah Hari Kelahiran Nabi Muhammad saw
dan Imam Jakfar Shadiq as, Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Republik Islam Iran
turut menyampaikan selamat atas kelahiran “Nabi Cita dan Kasih Sayang” dan
“Utusan Ilmu dan Hikmah” dan mengatakan, “Hari ini, umat manusia lebih
membutuhkan pengetahuan dan ajaran Nabi Muhammad saw agar dapat memusnahkan
“kebodohan dan hegemoni”, “kebuasan dan penghinaan” dan “perselisihan dan
diskriminasi”. Dengan menegakkan keadilan dan monoteisme umat manusia dapat
mengembangkan segala potensi yang dimilikinya.”
Presiden Ahmadinejad menyinggung pesan-pesan kehaliran
pamungkas para nabi, Muhammad saw seraya mengatakan, “Kemenangan Revolusi Islam
Iran telah mengubah bangsa mukmin dan mulia Iran sebagai pengibar panji-panji
kebenaran, keadilan dan kesucian. Dengan persatuan dan solidaritas jalur
kesempurnaan ini akan terus dilanjutkan.”
Di
akhir acara, para ulama peserta Konferensi Persatuan Islam dari dekat melakukan
dialog dengan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam suasana penuh keakraban.